loading…
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Hai Sawit Indonesia membuka ruang dialog terbuka melalui Sawit Academy Eps. USU di Medan, Sumatera Utara, dengan menghadirkan perspektif industri, akademisi, dan suara generasi muda.Foto/istimewa
Dalam sesi bertajuk “Perspektif dan Peran Generasi Muda Akademik dalam Literasi Sawit di Kehidupan Sehari-hari”, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Enjel menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang menjadi penggerak ekonomi nasional.
Ia memaparkan nilai ekspor sawit Indonesia yang melonjak dari sekitar USD1 miliar pada tahun 2000 menjadi sekitar USD31 miliar pada 2023, mencerminkan peran penting sawit dalam perdagangan global.
Baca juga: USU Dorong Kebijakan Berbasis Riset dalam Kelola Industri Sawit dan Risiko Bencana
Menurut Enjel, sawit tidak hanya digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, tetapi juga menjadi komponen utama berbagai produk turunan seperti gliserin, asam lemak, dan fatty alcohol yang digunakan dalam industri pangan, kosmetik, hingga produk rumah tangga.