WAKIL Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program, baik dari aspek keselamatan peserta maupun efektivitas kurikulum dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secara profesional.
Nurdin menegaskan bahwa SPPI memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi motor penguatan ekonomi desa. Karena itu, pelaksanaan program harus mengedepankan standar keselamatan peserta tanpa mengurangi kualitas pembentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia,” ujar Nurdin dokutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/6).
Selain aspek keselamatan, Nurdin menilai pemerintah perlu melakukan penyempurnaan kurikulum pelatihan agar lulusan SPPI. Menurutnya, materi pelatihan perlu memperkuat kompetensi teknis dan manajerial dibutuhkan dalam operasional koperasi modern.
Mulai dari kemampuan stock opname dan pengelolaan persediaan barang, visual merchandising untuk meningkatkan daya tarik produk, strategi marketing dan sales yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, hingga penguasaan akuntansi, audit, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.
Nurdin berharap evaluasi pemerintah menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI. Menurutnya, keberhasilan Program KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan untuk memastikan koperasi mampu tumbuh secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga ekonomi yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” pungkasnya.(H-4)