AMERIKA Serikat dan Iran bersiap untuk menggelar perundingan baru di Doha, ibu kota Qatar. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui media sosial miliknya, menyusul serangkaian ketegangan militer yang kembali memanas di Timur Tengah sepanjang akhir pekan lalu.
“IRAN TELAH MEMINTA PERTEMUAN. ITU AKAN BERLANGSUNG BESOK DI DOHA!,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada reaksi langsung dari pihak Iran mengenai klaim pertemuan tersebut.
Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus AS untuk misi perdamaian, Steve Witkoff, dijadwalkan memberikan pengarahan kepada Kongres terkait draf awal kesepakatan damai. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menambahkan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan terbang langsung untuk menghadiri pertemuan di Doha tersebut.
“Sejauh menyangkut kami, kami mempertahankan bagian kami dalam gencatan senjata. Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” tegas Leavitt.
“Amerika Serikat memiliki militer terbaik dan terkuat di dunia. Presiden mempertahankan hak untuk menggunakannya. Namun sekali lagi, nota kesepahaman akan terus dibahas. Gencatan senjata tetap berlaku, dan kami berharap bisa mencapai kesepakatan yang baik.”
Rencana pertemuan ini mencuat setelah situasi sempat memanas akibat aksi saling serang antara AS dan Iran. Militer AS meluncurkan serangan ke target militer Iran sebagai respons atas tindakan Teheran yang menyasar jalur pelayaran komersial. Serangan Iran tersebut bahkan membuat Trump sempat mengeluarkan ancaman keras melalui media sosialnya.
“Mungkin akan tiba suatu titik di mana kita tidak lagi bisa bersikap rasional, dan akan terpaksa secara militer menyelesaikan pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” tulis Trump.
Meski retorika sempat memanas, pejabat AS menyatakan kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan sementara permusuhan demi memberikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Selat yang berada di antara Oman dan Iran ini merupakan salah satu jalur energi paling kritis di dunia, yang menampung sekitar 20 persen lalu lintas minyak global.
“Pembicaraan teknis dijadwalkan berlanjut di semua bidang MOU,” ujar seorang pejabat AS. “Kedua belah pihak akan mundur untuk saat ini dan kapal-kapal dapat bergerak bebas.”
Di sisi lain, dalam unggahan terpisah, Trump menyambut baik penurunan harga minyak dan gas baru-baru ini. Ia mencatat bahwa harga minyak mentah AS telah turun ke level yang terakhir kali terlihat sebelum pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu. (CNBC/Z-2)