PETANI sawit di kawasan provinsi Aceh sekarang bersyukur dan ceria. Pasalnya harga jual Tanda Buah Segar (TBS) buah sawit sangat menggembirakan. Meski bulan lalu harganya sudah tergolong sangat berpihak kepada petani, ternyata tren kenaikan kini terus meningkat. Kondisi ini menjadi angin segar terhadap kesejahteraan petani.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia di Aceh Utara, Sabtu (22/8) misalnya harga TBS buah kelapa sawit sudah mencapai Rp3.000/kilogram (kg). Harga itu lebih tinggi dari pertengahan Juli lalu yang berada pada level Rp2.700/kg.
Ini merupakan tren kenaikan harga tertinggi sejak awal Januari 2026. Para petani berharap harga seperti sekarang ini terus berpihak kepada mereka.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas nikmat-Nya. Pada bulan Juni harga TBS naik dari dibawah Rp 2.000/kg, menjadi Rp2.500/kg. Lalu mulai Juli naik lagi menjadi Rp2.700/kg. Sekarang semakin membaik sudah mencapai Rp 3.000/kg. Mudah mudahan terus berpihak kepada petani,” kata Abdullah, petani sawit di Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara.
Rasa gembira juga diungkapkan Usman, tokoh petani di Kemukiman Pirak, Kecamatan Matang Kuli. Menurutnya, dengan kenaikan harga tersebut petani kian rajin pergi ke kebun untuk merawat tanaman.
“Kalau sebelumnya nanyak ditumbuhi semak, sekarang semakin rajin dibersihkan. Bila sebelumnya jarang dilakukan pemupukan sekarang sudah bisa beli pupuk,” tutur Teungku Zakaria, tokoh masyarakat, Desa Matang Peusangan, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.
Amatan Media Indonesia, kenaikan harga TBS buah sawit yang tergolong luar biasa pada kali ini, menjadi penyemangat hidup para petani sawit di Aceh. Kegembiraan ini bukan saja dirasakan oleh petani sawit di Aceh Utara, juga terlihat keceriaan dari raut wajah petani di kawasan penghasil sawit lainnya. Di antaranya adalah petani sawit di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Timur dan Petani Aceh Tamiang. (E-2)